Feeds:
Posts
Comments

This is my second published article in The Jakarta Post. It is just my own thought. What do you think? Please let me know…

You can also check this through this link http://www.thejakartapost.com/news/2008/06/03/where-have-all-good-jakartans-gone.html

Tue, 06/03/2008 9:48 AM  |  City

Jakarta has almost everything. From wonderful cuisines of various regions and continents to people of various backgrounds and ethnicities. They all melt in the big crowded polluted pot, once known as Batavia.

When one is looking for a lucky break, he or she can find it in Jakarta. That is why many go to Jakarta to seek jobs — they want there share of luck, people say. Indeed, there are many beggars in Jakarta, but the city also hosts many conglomerates.

Continue Reading »

Well, this is my first published english-written article in newspaper. Thanks to my friend Maro who helped me a lot and urged me to write this story.

This article was published in The Jakarta Post, April 15 2008. The online version can be read on this link http://www.thejakartapost.com/news/2008/04/15/in-search-perfect-039kost039-jakarta.html

So, please enjoy this light story 🙂

————————————-

Continue Reading »

Sekian lama ngga pernah nulis artikel untuk sebuah media, akhirnya aku menulis juga untuk majalah BC alias BEM Bicara dari BEM UKP. Entah bagaimana menurut para pembaca majalah BC, yang pasti i proud of myself, karena bisa menyelesaikan artikel ini. Fiuh… pertama-tama sungguh terasa berat menjetikkan jari-jari ini di atas keyboard, karena ngga PD dengan apa yang harus ditulis untuk majalah ini. Yah… semoga artikel ini bisa menjadi suatu bacaan yang memberi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa yang membaca 🙂

———————————————————————————————————–

Continue Reading »

fandy n friends

Wow… bangga dan senang banget waktu tahu Fandy masuk 24 besar Indonesian Idol. Aku akui Fandy ini memang talented banget di bidang musik. Setahuku dia ngga pernah belajar khusus untuk nyanyi, tapi emang jago banget. Kalau lagi kumpul sama temen-temen di kampus, tiba-tiba aja dia nyanyi… tapi yang nyebelin…. nyanyinya ngga pernah sampai selesai, selalu tanggung. hahaha… Begitu juga kalo dia nyetir mobil. Pokoknya, kalau ada Fandy, kita ngga usah nyalain radio deh… Coz suaranya sudah enak 🙂 Fandy sering jadi langganan untuk tampil di acara-acaranya jurusan, mulai dari acara yang gede sampai bahkan pernah dipaksa nyanyi di dalam bus untuk ngasih selamat ulang tahun ke salah satu peserta studi ekskursi. (Ada yang inget ngga??? hehe) Continue Reading »

A new kind of illness is found. It called flying phobia. Based on daistionary (daisy dictionary), flying phobia is an unusual fear of flying. Well, this kind off illness appears after all of the accident happened to our commercial airlines company. I am really afraid to fly now. I think it is not only me that being afraid of flying, but also most of Indonesian people. Since the missing of Adam Air on January, I and my friends are afraid to fly. One of my friends prefer to have a long trip by car than flying, when she wants to go back to Bandung, although it takes almost 16 hours to go there from Situbondo. She is really afraid to fly. She thinks it is far better for her to have a hot seat, 16 hours of bended legs, than takes an only 1 our of flying to Bandung. 

Continue Reading »

Pantai… pasir… karang… pohon kelapa…. Aduh… bagus banget Carita. Apalagi perginya bareng temen-temen di IMX. Seneng banget. Makan kelapa sepuasnya… ikan bakar…. udang bakar…. hmmmmmm

Continue Reading »

Dear God…

Thanks for 21 years of blessing, love,  and mercy You gave me everyday

Thanks for giving me family — my dad, mom, sister, n brother — thatlove me so much

Thanks for giving me friends, best friends that always with me
Continue Reading »

Tadi pagi aku berencana posting artikel :

Kantorku Panas Sekaleee… (gimana neraka ya??) 

Jakarta oh Jakarta… you’re so hot! Perhatian: Hot di sini bukan berarti sexy atau keren, tapi Hot dalam makna yang sebenarnya, makna denotasi, yang artinya suhu yang panas. Yah! Jakarta memanas. Senin kemarin menurut teman kantorku suhu menunjukkan 37oC. Bayangkan… di Mekkah suhunya mungkin sekitar 40oC. Berarti sedikit lagi Jakarta bisa jadi Mekkah. (Tidak… tidak… tidak… ngga mau ah!) Kalau aku boleh mengandaikan diri sekarang… aku sangat bersyukur aku bukan ice cream… karena kalau aku adalah ice cream pasti saat ini aku sudah meleleh bahkan menguap… hahahaha. Sebenarnya bukan Jakarta saja yang memanas, semua daerah di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Teman-teman di Surabaya mengeluh Surabaya tambah panas. Ortu-ku di Situbondo cerita, langganannya banyak yang ngomel karena hawa yang panas ini. Semua daerah tambah panas. Ini yang disebut dengan global warming. Tahu ngga itu apa? Gambarannya sih kaya di film Ice Age. Global warming ini efeknya menakutkan sekali, karena kalau semua bertambah panas, otomatis akan membuat es-es yang ada di kutub mencair. Kalau es mencair, berarti volume laut akan bertambah, dan akibatnya volume daratan akan berkurang, alias tenggelam. Menakutkan sekali bukan? Dunia akan berakhir! Terus kalau dunia berakhir kita akan ke mana…. (mari direnungkan masing-masing) OK. Kita kembali lagi ke kota Jakarta, ke wilayah Jakarta Selatan, daerah Fatmawati, di Ruko Duta Mas blok C2/19. Kondisi Jakarta yang begitu panas ini diperparah oleh AC di kantor yang rusak. Ngga semuanya rusak sih, lantai 1 dan 2 aman-aman saja, masih dingin. Tapi… lantai 3, lantai tempat aku bekerja, wow… luar biasa men panasnya… (*tolong dong bos diganti AC-nya hehehe*) Ngga tahu kenapa, sudah di-service berkali-kali tetep saja ngga beres-beres.

Ada yang bilang mungkin karena lantai 3 orang-orangnya penuh dengan dosa, makanya hawanya jadi panas, karena kaya neraka. Hahaha. Ada-ada saja. Yang jelas sih, sudah saatnya AC diganti. Berbagai ide gila muncul di tengah hawa lantai 3 yang memanas ini:

  • CL       : “Gimana kalo kita semua nuddies?? Panas bangeett!”

            (arrgghhh… jangan… nanti dibilang melanggar UU APP hehe)

  • Maro    : “Beli ice cream yuk… gue yang bayarin deh… panas banget”

(good idea! Walaupun aku lagi pilek, tapi siapa yang bisa menolak potongan ice cream vinetta di meja yang disajikan di saat hawa begitu panas.. sllrrpp)

  • Somebody : “Gimana kalo kita semua ke kantor pake kaos??”

(hihihi… masalahnya… boleh ngga nih sama Bos??) Alhasil, karena lantai 3 begitu panas, akhirnya keceriaan, kebersamaan, dan ke-rame-an lantai 3 pun sirna. Karena semua orang pada sibuk kipas-kipas, turun ke lantai 1, atau ngungsi ke ITC sekaligus cuci mata. Padahal, biasanya lantai 3 adalah lantai yang paling gila, selalu diisi dengan canda dan tawa…. Namun akibat hawa yang begitu panas… keceriaan itu pun ikut meleleh. Hawa boleh panas… AC boleh mati… tapi hati dan pikiran harus tetap jernih, tetap dingin, dan tetap semangat untuk bekerja. Karena kalo ngga gitu, hari-hari kerja hanya akan diisi oleh omelan-omelan. Btw, mengomel itu dosa lo… karena ngga mensyukuri apa yang sudah diberikan Tuhan oleh kita. Dan kalo kita ngomel terus, itu artinya ngumpulin dan nimbun dosa. Dan kalo banyak dosa, ntar masuk neraka! Idih… serem ah… Dunia saja sudah begini panas, gimana neraka? Ngga usah dibatangin lah… Ngga pingin masuk ke sana… Jadi, mengatasi hawa yang panas ini, lebih baik pasang senyum aja, anggap saja lagi di Hawaii, lagi sun bathing… mungkin dengan demikian akan membuat kita lebih bisa positive thinking, tetap produktif bekerja, walaupun hawa begitu panas, dan AC rusak J  Tapi… belum sempat aku nge-post tulisan di atas. Ada sebuah email ‘Akan dipasang AC baru’ Horeee… lantai 3 bersorak gembira. hehehe. Karena AC sudah dipasang, jadi ngga relevan lagi deh ceritanya… tapi ngga apa-apa. Buat penghibur aja bagi yang membaca-nya 🙂

Ini nih foto AC baru kita :


Hore… jadi ngga panas lagi… membuat hati dan pikrian jadi dingin, lantai 3 jadi produktif lagi. hehe :p

Ini bukan judul novel atau judul sinetron…

Thanks God karena segala penderitaan dan perjuangan membuat laporan akhir magang selesailah sudah… (sudah sejak minggu lalu sih benernya) Benar-benar perjuangan yang amat berat untuk membuat dan merevisi 5 bab laporan akhir daripada 3 bulan magangnya sendiri. Hehe…

Berhubungan aku konsultasinya pake teknologi tinggi (ciee) lewat kirim2an email dengan dosen pembimbing, jadi laporanku baru direvisi tiap malam hari oleh dosen pembimbingku (terima kasih! sudah banyak merepotkan) dan malam itu juga aku harus langsung revisi lagi, dan dikirim lewat email lagi, di print-kan oleh teman2 ku tercinta di Surabaya, lalu dikumpulin ke meja dosennya, diperiksa sama dosennya, dan direvisi lagi lewat email.. Begitulah yang terjadi selama seminggu terakhir pengumpulan laporan magang.
Continue Reading »

Citizen Journalism, bagi beberapa orang adalah hal baru, tapi bagi beberapa orang yang lain menganggap ini adalah konsep yang sudah lama dikenal, namun baru sekarang gencar dilaksanakan. Dan, Senin 9 Oktober lalu, topik ini diangkat bahkan diangkat secara khusus oleh seseorang yang ahli dalam hal blogging, komunikasi, media,dan jurnalistik yaitu…. Wimar Witoelar. Di wawancara oleh MNC News, selama 30 menit Wimar Witoelar membahas mengenai hal ini. Sungguh seru sekali. Bagi yang tidak sempat menyaksikan, semoga lewat blog ini bisa lebih memahami apa itu Citizen Journalism 🙂 Untuk artikel lain yang sejenis, juga dapat dilihat di Perspektif Online:

Continue Reading »